get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Simalungun, Getaran Terasa Kuat di Sejumlah Wilayah

Gempa Besar Guncang NTT, Tim Gabungan Fokus Cari Warga Diduga Terjebak Reruntuhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:24 WIB
header img
Salah satu bangunan rusak dampak gempa besar yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (5/8/2026). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsKendal.id - Upaya pencarian korban menjadi prioritas setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut masih terdapat sejumlah warga yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, informasi mengenai warga yang masih membutuhkan pertolongan diperoleh dari pemerintah daerah. Tim gabungan pun segera diarahkan untuk menyisir bangunan yang diduga masih terdapat korban.

"Ada informasi dari Bapak Gubernur bahwa di samping korban yang tadi kami laporkan, masih ada beberapa masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan. Ada yang terjebak di beberapa bangunan, nah ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana, tim gabungan," kata Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan data BNPB hingga pukul 15.00 WIB, gempa tersebut telah menyebabkan 38 orang meninggal dunia. Selain itu, dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Lebih dari 2.000 jiwa juga dilaporkan mengungsi secara mandiri.

Pencarian dan pertolongan melibatkan sejumlah unsur, antara lain Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Tim gabungan akan memprioritaskan warga yang masih terindikasi membutuhkan pertolongan.

"Tadi dari Bapak Kepala Basarnas, unsur TNI-Polri juga timnya segera akan melakukan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak tersebut," ujarnya.

Di tengah proses pencarian korban, pemerintah juga menyiapkan langkah penanganan lanjutan dengan mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana. Posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.

Suharyanto mengatakan pengaktifan posko telah disepakati dalam rapat koordinasi yang melibatkan BNPB, pemerintah daerah, dan sejumlah unsur terkait.

"Dalam rapat koordinasi tadi, kami sudah sepakat untuk segera mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana. Jadi semua hal-hal keperluan berkaitan dengan penanggulangan bencana ini akan diaktifkan," tuturnya.

Editor : Kurnia Illahi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut