get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa Besar Guncang NTT, Tim Gabungan Fokus Cari Warga Diduga Terjebak Reruntuhan

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Simalungun, Getaran Terasa Kuat di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:37 WIB
header img
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026) sore. (Foto: BMKG).

JAKARTA, iNewsKendal.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026) sore. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang terjadi pada pukul 17.54.52 WIB tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemodelan tsunami yang dilakukan setelah gempa terjadi.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (5/8/2026).

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa memiliki magnitudo pemutakhiran M6,4 dengan kedalaman 168 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 2,91° Lintang Utara dan 98,93° Bujur Timur, atau di daratan sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun, Sumatra Utara.

Dia menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa bumi menengah yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber juga menunjukkan gempa memiliki mekanisme sesar geser turun atau oblique normal fault.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan tingkat intensitas berbeda. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas V MMI tercatat di Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahe, dan Kota Limapuluh. 

Pada skala tersebut, getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk hingga menyebabkan banyak orang terbangun.

Sementara itu, intensitas IV MMI dirasakan di Raya, Simalungun; Panombeian Pane, Simalungun; Panei, Simalungun; Kota Pematangsiantar; serta Kota Pangururan. Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari.

Meski demikian, BMKG belum mendeteksi adanya gempa bumi susulan hingga pukul 18.16.00 WIB. Pemantauan terhadap aktivitas kegempaan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi setelah gempa utama.

“Imbauan kepada masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,”.

Editor : Kurnia Illahi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut