get app
inews
Aa Text
Read Next : Bareskrim Polri Beberkan Peran 9 Tersangka Jaringan Judi Online dengan Transaksi Capai Rp890 Miliar

BREAKING NEWS BMKG Terbitkan Peringatan Dini Tsunami Pasca-Gempa M7,7 Guncang Nagekeo NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:42 WIB
header img
BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami menyusul gempa besar Magnitudo 7,7 di Mbay Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Foto: Ilustrasi

JAKARTA, iNewsKendal.id  - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini tsunami menyusul gempa besar Magnitudo 7,7 di Mbay Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Potensi tsunami bisa terjadi di wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa episenter gempa Mbay Nagekeo terletak pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 km arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Hasil pemodelan tsunami menunjukkan adanya potensi tsunami di beberapa wilayah. Untuk tingkat status Siaga dengan ketinggian gelombang 0,5 hingga 3 meter, potensi terjadi di Provinsi NTT meliputi Manggarai Bagian Utara pada pukul 05:02 WIB, Ngada Bagian Utara pada pukul 05:02 WIB, Ende pada pukul 05:05 WIB, dan Flores Timur pada pukul 05:15 WIB, serta di Provinsi Sulawesi Selatan untuk wilayah Jeneponto pada pukul 05:13 WIB.

Sementara untuk tingkat status Waspada dengan ketinggian gelombang kurang dari 0,5 meter, potensi terjadi di Flores Timur (NTT) pada pukul 05:15 WIB. Di Provinsi NTB, potensi terjadi di Bima pada pukul 05:12 WIB dan Dompu pada pukul 05:19 WIB, sedangkan di Provinsi Sulawesi Selatan berpotensi terjadi di Wajo pada pukul 06:01 WIB.

BMKG telah menyampaikan peringatan dini tsunami tersebut kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat sesuai SOP yang berlaku. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas VII MMI di Aesesa, Nagekeo, Riung, Ngada, dan Kota Mbay, lalu skala VI MMI di Wolowae, Nagekeo, dan Kota Bajawa, serta skala V MMI di Kota Ende, Kota Borong, dan Kota Ruteng.

 

BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan ketinggian tsunami berdasarkan observasi tinggi muka laut, serta menyampaikan pemutakhiran informasi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut